Entri Populer

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Tabloid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tabloid. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Sambut 100.000 Alumni

Mengawali tahun baru 2012, Ikatan Alumni UNM menggelar Reuni Akbar. Reuni ini rencananya akan digelar di Gedung Rektorat dan Pelataran UNM Jl. Raya Pendidikan (08/01). Diprediksi, acara ini akan dihadiri sekitar 100.000 Alumni IKIP UP/UNM mulai dari angkatan 1961-2011.
Reuni yang dikemas dengan tema “Semalam di Gunsar Menyambut 100.000 Alumni” ini akan menggelar beberapa item acara. Diantaranya jalan sehat, senam aerobik massal, dialog pendidikan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhammad Nuh. Dilanjutkan pemberian perhargaan pengabdian pendidikan kepada alumni guru yang hadir (Education Award) yang dirangkaikan dengan Hari Guru. Usai acara, dilakukan penyerahan hadiah utama bagi pemenang jalan sehat, penyerahan penghargaan pengabdian kepada mantan rektor/pembantu rektor serta temu kangen dan bina akrab antar alumni.
Panitia juga mengundang, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan para bupati se-Sulsel. 
Wakil Ketua Panitia Chaeruddin Hakim mengharapkan  dengan kegiatan ini, akan kembali membangun citra positif terhadap almamater UNM. Sehingga, UNM tidak lagi dikecam sebagai almamater yang anarkis. “Kami ingin membuktikan kepada masyarakat umum bahwa UNM punya potensi sosial, potensi budaya dan potensi politik dengan jumlah alumni yang Seratus Ribu” ungkapnya. (NJA)

Berkarya Dalam Kemandirian

Tim Robotron Elektronika UNM
 
DEWASA ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Bukan hanya dari alat komunikasi, namun juga merambah dunia robotik. Perkembangan itu juga dirasakan di Indonesia. Banyak orang berlomba-lomba membuat komunitas robot. Di Universitas Negeri Makassar (UNM) sendiri terdapat sebuah komunitas robot yang dikenal dengan nama Robotron Elektronika UNM.
 Robotron berdiri sejak tahun 2007 silam. Berawal dari kisah Hendra Jaya, Dosen Elektronika Fakultas Teknik (FT) UNM yang sedang mengajar mata kuliah Elektronika Digital. Hendra berpikir akan diaplikasikan kemana nantinya mata kuliah yang dia bawakan. Mahasiswa eksponen 2000 ini mendapatkan ide dan termotivasi untuk membuat tim robot. Saat itulah dia bersama Yasser A. Djawad serta rekan-rekannya membuat tim yang saat ini dikenal dengan nama Robotron UNM. Dan saat itu juga untuk tim ini mulai mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).
 
Sebagai pendiri Robotron UNM, Hendra ingin tim ini tidak hanya berprestasi sampai di sini saja. Tapi akan ada regenerasi selanjutnya. Sejak berdirinya Robotron UNM, sudah ada empat regenerasi kepengurusan yakni ketua pertama yakni Muhammad Akil (2006), menyusul Syahrul (2007), Ardillah (2007) dan Faturrahman (2009).
 
Kegiatan robot yang ada sekarang ini juga tidak terlepas dari adanya Workshop Robot pertengahan tahun 2007 yang diprakarsai oleh Sabran, dosen sekaligus sekretaris Jurusan Elektronika. Materi robot dalam workshop tersebut ada tiga bagian yaitu mekanik oleh Hendra Jaya, hardware oleh Sabran, dan software oleh Yasser A.Djawad. 
Hasil dari workshop itu menghasilkan lima robot Line Follower yang diikut sertakan pada Celebes Robot Contest (CRC) di akhir 2007 dan saat itu berhasil mendapat juara keempat. Pada kontes CRC 2008 tim ini berhasil mendapat peringkat kedua dan ketiga. Selanjutnya Robotron UNM mengikuti perlombaan KRI  dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) di Surabaya dan perlombaan Robot Line Follewer di Jogjakarta. Tahun 2009 mengikuti perlombaan robot nasional yang diadakan oleh Politeknik Ujungpandang dan Robotron mendapat Juara Pertama. 
 
Di bawah naungan Himpunan Elektronika (Himanika), tim yang  beranggotakan 46 orang ini sangatlah mandiri. Anggotanya tetap ikut berlomba meski kondisi keuangan tidak memadai. Tapi, bermodalkan tekad, semangat dan dukungan dari tim dan orang-orang di sekitarnya, Robotron mampu membawa nama baik UNM. Robotron tidak mau berhenti untuk berkarya. Makanya, setiap ada undangan mengikuti lomba, Robotron selalu memanfaatkan kesempatan itu.  
 
Mantan ketua Robotron UNM, Ardillah punya inovasi robot terbaru. Robotron tidak lagi menggunakan rangkaian biasa dalam menjalankan programnya. Kini, anggota tim menggunakan bantuan LCD. Bantuan LCD ini akan lebih memudahkan para pengguna robot dalam menjalankan robot-robotnya. (NJA)

Jurnalis Muda Masa Depan

Kebersamaan telah berakhir. Namun suasananya akan selalu dikenang mereka, para jurnalis abu-abu. Dari sana pula, lahir para generasi penggores keabadian yang akan menggenggam dunia lewat karya-karya mereka. 

SEMUA orang pernah menulis. Ada banyak jenis penulisan sekarang ini. Kebanyakan tulisan yang ditemukan hanya berupa curahan hati saja. Namun, ada juga tulisan yang mampu memberikan informasi seputar apa yang terjadi di dunia ini seperti halnya tulisan dari seorang jurnalis.
Bertemakan “Genggam Dunia Goreskan Keabadian”, LPPM Profesi menggelar Diklat Jurnalistik Abu-abu (Abu-abu). Kegiatan yang bernuansa jurnalistik ini diharapkan bisa mencetak para calon jurnalis muda yang berbakat. 
Masih sama dengan tahun sebelumnya, peserta yang didaulat untuk mengikuti kegiatan akbar ini dominan berasal dari daerah-daerah luar Makassar. Dengan begitu, peserta akan lebih “kaya” teman untuk bisa dijadikan rekan sharing.
Bertempat di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, diklat yang dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 15 Januari ini diikuti 72 peserta dari 24 SMA sederajarat dari Sulsel dan Sulbar. Berbagai materi pun ditawarkan seperti pengenalan jurnalistik, teknik dan etika wawancara, materi pembuatan blog, dan lain-lain. Selain itu, juga ada lomba menulis, pembuatan mading 3 Dimensi (3D) dan lomba fotografi. 
Menurut ketua Panitia DJAa 2012, Muhammad Ilham menuturkan, kegiatan ini sangat menunjang bagi para siswa SMA sederajat untuk bisa berkarya di dunia tulis-menulis. Selain itu, diklat ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar kepada pelajar SMA mengenai seluk beluk dunia jurnalis dan kerja-kerja jurnalis. 
Sementara itu, Pemimpin Umum LPPM Profesi UNM, Rahmat Fadhli  mengatakan, kegiatan DJAa yang setiap tahunnya dilaksanakan ini selalu menghasilkan siswa-siswi yang berprestasi. Ia berharap di tahun ini DJAa bisa terus mencetak para calon jurnalis muda yang handal. “Saya selalu yakin, merekalah para calon jurnalis masa depan,” tuturnya bersemangat.
Ia juga mengharapkan, kegiatan ini bisa menjadi pemantik untuk terciptanya produk-produk jurnalistik di sekolah masing-masing. (Nja)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More