Entri Populer

Senin, 19 Maret 2012

KMP UNM Perkenalkan Kearifan Lokal

Kerukunan Mahasiswa Pinrang Univesitas Negeri Makassar (KMP UNM) mengadakan lomba permainan tradisional (01/02) di Desa Rajang Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Lomba ini merupakan salah satu item kegiatan dari Hang Out KMP UNM.
              
Bertemakan “Menumbuhkembangkan Warisan Budaya sebagai Idealitas Daerah” menghadirkan beberapa kegiatan lomba yakni Longga dan Tarompa yang akan berlangsung selama sehari.

Lomba permainan tradisional ini dibuka langsung oleh Bupati Pinrang, Andi Aslam Patonangi. Acara Pembukaan ini Diikuti oleh beberapa pejabat tinggi dari kabupaten Pinrang diantaranya Darwis Bastama, Ketua DPR Pinrang juga perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Lembang.
            
Ketua Panitia, Sutrisno Zulkifli, berharap dengan adanya kegiatan seperti ini bisa membuat para anak-anak kembali mengenal permainan tradisional yang telah lama ditinggalkan oleh anak-anak sekarang ini. Selain itu, Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia ini berharap semoga kegiatan ini dapat berdampak positif khususnya pada Kecamatan Lembang dan Kabupaten Pinrang pada umumnya.

Selain itu, Presiden KMP UNM  Zainal Abidin mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap pemerintah daerah bisa mendukung penuh kegiatan yang diadakan oleh KMP UNM. “Kami sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Pinrang khususnya Bupati dan ketua DPR, agar  tetap mendukung apa yang menjadi program kerja KMP UNM,” ungkap Zainal. Mahasiswa Jurusan Sejarah ini juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Pinrang dan Ketua DPRD Pinrang yang menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembukaan ini.

Ketua DPRD Pinrang Darwis Bastama juga memberi apresiasi sangat tinggi kepada KMP UNM yang telah melaksanakan kegiatan ini. “Saya berterima kasih kepada mahasiswa UNM Pinrang yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga  ini bisa bermanfaat bagi kita masyarakat Pinrang," ungkap Darwis. Selain itu,  lanjutnya, dia juga mengatakan tentang pentinya budaya untuk diri kita saat ini, permainan modern telah merasuki jiwa kita sehingga permainan tradisional dilupakan, satu hal paling penting yaitu bagaimana kita tetap menumbuh kembangkan budaya permainan tradisional itu agar permainan itu tetap hidup.
            
Hal senada diungkapkan oleh Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi. Pihaknya juga memberi aspresiasi pada kegiatan ini. Mantan Camat Duampanua ini juga mengatakan bahwa sekarang kita bermasalah pada persoalan karakter, kita selalu berbangga atas ilmu yang kita adopsi dari negara-negara barat, tapi di lain sisi, kita mestinya mempertahankan karakter yang kita miliki sebagai orang Makassar, bugis bahkan warga Pinrang.

“Kita tidak ingin membangun anak didik kita pada rana intelektual tapi kita juga ingin anak didik kita menjadi manusia paripurna, yaitu punya karakter Makassar, bugis, bahkan pinrang. Salah satu caranya yaitu menumbuhkan budaya kita, termasuk permainan tradisional ini,” ungkap putra Mantan Bupati Pinrang ini. Selain itu, lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa kita sudah punya banyak orang pintar dan orang hebat tapi kita kurang cendekiawan, ini semua disebabkan karena hilangnya karakter, salah satu budaya yang masih kita warisi sampai sekarang diantaranya, Mali Siparappe Malilu Sipakainga, Taro Ada Taro Gau dan lain-lain.
Andi Aslam berpesan kepada mahasiswa KMP UNM untuk selalu yakin bahwa semua kegiatan yang kita laksanakan hari ini memiliki kontribusi dalam sumber daya manusia yang ada Pinrang.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More