Entri Populer

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 19 Maret 2012

KMP UNM Kembali Perkenalkan Kearifan Lokal

http://www.parepos.co.id/read/42438/51/kmp-unm-kembali-perkenalkan-kearifan-lokalPINRANG -- Kerukunan Mahasiswa Pinrang Univesitas Negeri Makassar (KMP UNM) kembali mengadakan lomba permainan tradisional, 1 Februari di Desa Rajang, Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Lomba ini merupakan salah satu item kegiatan dari Hang Out KMP UNM. Bertemakan "Menumbuhkembangkan Warisan Budaya sebagai Idealitas Daerah" panitia menghadirkan beberapa kegiatan lomba yakni Longga dan Tarompa yang akan berlangsung selama sehari. 
 
Acara lomba permainan tradisional dibuka Bupati Pinrang, Andi Aslam Patonangi dan diikuti beberapa pejabat tinggi Pinrang diantaranya, Ketua DPRD, Darwis Bastama, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Lembang dan guru dari SMP Negeri 3 Lembang. Ketua Panitia, Sutrisno Zulkifli berharap, kegiatan tersebut bisa membuat para anak-anak kembali mengenal permainan tradisional yang telah lama ditinggalkan. 
 
Selain itu, Mahasiswa Jurusan Bahas Indonesia itu juga berharap kegiatan ini dapat berdampak sosial khususnya pada Kecamatan Lembang dan Kabupaten Pinrang pada umumnya. Presiden KMP UNM, Zainal Abidin turut berharap, pemerintah daerah bisa mendukung penuh kegiatan yang diadakan KMP UNM itu. "Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pinrang khususnya Bupati dan ketua DPR, agar tetap mendukung apa yang dilaksanakan KMP UNM," pinta Zainal. Ketua DPRD Pinrang, Darwis Bastama juga memberi apresiasi sangat tinggi kepada KMP UNM yang telah melaksanakan kegiatan tersebut. "Saya berterima kasih kepada mahasiswa UNM Pinrang yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita masyarakat Pinrang," ungkap Darwis. Darwis juga menilai, budaya sangat penting dimunculkan kembali, sebab berbagai permainan modern telah merasuki jiwa dan kehidupan sosial masyarakat. "Sejumlah permainan tradisional sedikit dilupakan, satu hal paling penting yaitu, bagaimana kita tetap menumbuhkembangkan budaya permainan tradisional itu agar permainan itu tetap hidup," tegasnya. Bupati Pinrang, Andi Aslam Patonangi juga memberi aspresiasi pada kegiatan tersebut. Mantan Camat Duampanua itu mengatakan, masalah sekarang adalah persoalan karakter. 
 
Ada fenomena di masyarakat yang seakan bangga atas ilmu yang diadopsi dari negara-negara barat. Padahal, sebaliknya, mesti mempertahankan karakter yang dimiliki sebagai orang Makassar, bugis bahkan warga Pinrang. "Kita tidak ingin membangun anak didik kita pada ranahintelektual, tapi kita ingin anak didik kita menjadi manusia paripurna, yaitu punya karakter Makassar, Bugis bahkan Pinrang. Salah satu caranya yaitu menumbuhkan budaya kita, termasuk permainan tradisional ini," ujarnya. Bagi Aslam, sebenarnya sudah punya banyak orang pintar dan orang hebat, tapi kurang cendekiawan. Salah satu penyebabnya yakni, hilangnya karakter. "Salah satu budaya yang masih kita warisi sampai sekarang diantaranya, Mali Siparappe Malilu Sipakainga, Taro Ada Taro Gau dll. Mahasiswa KPM UNM harus selalu yakin bahwa semua kegiatan yang kita laksanakan hari ini memiliki kontribusi dalam sumber daya manusia," tandasnya. (NJA)

Robotron FT Lebih Fokus ke Pelatihan Tim

TIM Robotron Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengadakan pemilihan Ketua Umum untuk Periode 2011-2012 di Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNM (24/10). Ada tiga kandidat dalam pemilihan ini yakni Hasdar Hanafi, Faturrahman dan Sadam Husain.
Setelah melewati pemumutan suara, Faturrahman berhasil memenangkan pemilihan ini dengan meraih sekitar 12 suara dari 24 pemilih. “Saya senang bisa menjadi Ketua Tim, ini adalah amanah yang teman-teman tim berikan kepada saya, semoga saya bisa menjadi pemimpin yang baik untuk Robotron ke depannya,” ungkap Faturrahman.
            Fatur sapaan akrabnya, mengatakan bahwa di awal kepengurusannya dia akan lebih fokus memberikan pembekalan dan pelatihan intensif kepada teman-teman tim agar mereka punya persiapan lebih dalam menghadapi kontes-kontes robot mendatang. Lanjutnya, pihaknya akan segera membentuk struktur organisasi dalam timnya yakni Bidang I Searching and Information, Bidang II Mechatronics, dan Bidang III Programmer.
            Jadi, bagi mahasiswa Jurusan Elektronika yang berminat bergabung di Tim Robotron untuk lebih bersabar saat ini. Karena Tim Robotron saat ini belum membuka pendaftaran untuk anggota baru. “Untuk saat ini kami belum membuka pendaftaran anggota baru, tapi, rencananya akan kami bicarakan lebih lanjut, tunggu saja info selengkapnya,” ungkap A.Yasir Amsal selaku anggota dari Tim Robotron.
Teman-teman Tim Robotron punya satu harapan besar yakni membawa nama baik UNM di bidang robotika bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional.(*)

Sambut 100.000 Alumni

Mengawali tahun baru 2012, Ikatan Alumni UNM menggelar Reuni Akbar. Reuni ini rencananya akan digelar di Gedung Rektorat dan Pelataran UNM Jl. Raya Pendidikan (08/01). Diprediksi, acara ini akan dihadiri sekitar 100.000 Alumni IKIP UP/UNM mulai dari angkatan 1961-2011.
Reuni yang dikemas dengan tema “Semalam di Gunsar Menyambut 100.000 Alumni” ini akan menggelar beberapa item acara. Diantaranya jalan sehat, senam aerobik massal, dialog pendidikan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhammad Nuh. Dilanjutkan pemberian perhargaan pengabdian pendidikan kepada alumni guru yang hadir (Education Award) yang dirangkaikan dengan Hari Guru. Usai acara, dilakukan penyerahan hadiah utama bagi pemenang jalan sehat, penyerahan penghargaan pengabdian kepada mantan rektor/pembantu rektor serta temu kangen dan bina akrab antar alumni.
Panitia juga mengundang, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan para bupati se-Sulsel. 
Wakil Ketua Panitia Chaeruddin Hakim mengharapkan  dengan kegiatan ini, akan kembali membangun citra positif terhadap almamater UNM. Sehingga, UNM tidak lagi dikecam sebagai almamater yang anarkis. “Kami ingin membuktikan kepada masyarakat umum bahwa UNM punya potensi sosial, potensi budaya dan potensi politik dengan jumlah alumni yang Seratus Ribu” ungkapnya. (NJA)

Berkarya Dalam Kemandirian

Tim Robotron Elektronika UNM
 
DEWASA ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Bukan hanya dari alat komunikasi, namun juga merambah dunia robotik. Perkembangan itu juga dirasakan di Indonesia. Banyak orang berlomba-lomba membuat komunitas robot. Di Universitas Negeri Makassar (UNM) sendiri terdapat sebuah komunitas robot yang dikenal dengan nama Robotron Elektronika UNM.
 Robotron berdiri sejak tahun 2007 silam. Berawal dari kisah Hendra Jaya, Dosen Elektronika Fakultas Teknik (FT) UNM yang sedang mengajar mata kuliah Elektronika Digital. Hendra berpikir akan diaplikasikan kemana nantinya mata kuliah yang dia bawakan. Mahasiswa eksponen 2000 ini mendapatkan ide dan termotivasi untuk membuat tim robot. Saat itulah dia bersama Yasser A. Djawad serta rekan-rekannya membuat tim yang saat ini dikenal dengan nama Robotron UNM. Dan saat itu juga untuk tim ini mulai mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).
 
Sebagai pendiri Robotron UNM, Hendra ingin tim ini tidak hanya berprestasi sampai di sini saja. Tapi akan ada regenerasi selanjutnya. Sejak berdirinya Robotron UNM, sudah ada empat regenerasi kepengurusan yakni ketua pertama yakni Muhammad Akil (2006), menyusul Syahrul (2007), Ardillah (2007) dan Faturrahman (2009).
 
Kegiatan robot yang ada sekarang ini juga tidak terlepas dari adanya Workshop Robot pertengahan tahun 2007 yang diprakarsai oleh Sabran, dosen sekaligus sekretaris Jurusan Elektronika. Materi robot dalam workshop tersebut ada tiga bagian yaitu mekanik oleh Hendra Jaya, hardware oleh Sabran, dan software oleh Yasser A.Djawad. 
Hasil dari workshop itu menghasilkan lima robot Line Follower yang diikut sertakan pada Celebes Robot Contest (CRC) di akhir 2007 dan saat itu berhasil mendapat juara keempat. Pada kontes CRC 2008 tim ini berhasil mendapat peringkat kedua dan ketiga. Selanjutnya Robotron UNM mengikuti perlombaan KRI  dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) di Surabaya dan perlombaan Robot Line Follewer di Jogjakarta. Tahun 2009 mengikuti perlombaan robot nasional yang diadakan oleh Politeknik Ujungpandang dan Robotron mendapat Juara Pertama. 
 
Di bawah naungan Himpunan Elektronika (Himanika), tim yang  beranggotakan 46 orang ini sangatlah mandiri. Anggotanya tetap ikut berlomba meski kondisi keuangan tidak memadai. Tapi, bermodalkan tekad, semangat dan dukungan dari tim dan orang-orang di sekitarnya, Robotron mampu membawa nama baik UNM. Robotron tidak mau berhenti untuk berkarya. Makanya, setiap ada undangan mengikuti lomba, Robotron selalu memanfaatkan kesempatan itu.  
 
Mantan ketua Robotron UNM, Ardillah punya inovasi robot terbaru. Robotron tidak lagi menggunakan rangkaian biasa dalam menjalankan programnya. Kini, anggota tim menggunakan bantuan LCD. Bantuan LCD ini akan lebih memudahkan para pengguna robot dalam menjalankan robot-robotnya. (NJA)

Jurnalis Muda Masa Depan

Kebersamaan telah berakhir. Namun suasananya akan selalu dikenang mereka, para jurnalis abu-abu. Dari sana pula, lahir para generasi penggores keabadian yang akan menggenggam dunia lewat karya-karya mereka. 

SEMUA orang pernah menulis. Ada banyak jenis penulisan sekarang ini. Kebanyakan tulisan yang ditemukan hanya berupa curahan hati saja. Namun, ada juga tulisan yang mampu memberikan informasi seputar apa yang terjadi di dunia ini seperti halnya tulisan dari seorang jurnalis.
Bertemakan “Genggam Dunia Goreskan Keabadian”, LPPM Profesi menggelar Diklat Jurnalistik Abu-abu (Abu-abu). Kegiatan yang bernuansa jurnalistik ini diharapkan bisa mencetak para calon jurnalis muda yang berbakat. 
Masih sama dengan tahun sebelumnya, peserta yang didaulat untuk mengikuti kegiatan akbar ini dominan berasal dari daerah-daerah luar Makassar. Dengan begitu, peserta akan lebih “kaya” teman untuk bisa dijadikan rekan sharing.
Bertempat di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, diklat yang dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 15 Januari ini diikuti 72 peserta dari 24 SMA sederajarat dari Sulsel dan Sulbar. Berbagai materi pun ditawarkan seperti pengenalan jurnalistik, teknik dan etika wawancara, materi pembuatan blog, dan lain-lain. Selain itu, juga ada lomba menulis, pembuatan mading 3 Dimensi (3D) dan lomba fotografi. 
Menurut ketua Panitia DJAa 2012, Muhammad Ilham menuturkan, kegiatan ini sangat menunjang bagi para siswa SMA sederajat untuk bisa berkarya di dunia tulis-menulis. Selain itu, diklat ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar kepada pelajar SMA mengenai seluk beluk dunia jurnalis dan kerja-kerja jurnalis. 
Sementara itu, Pemimpin Umum LPPM Profesi UNM, Rahmat Fadhli  mengatakan, kegiatan DJAa yang setiap tahunnya dilaksanakan ini selalu menghasilkan siswa-siswi yang berprestasi. Ia berharap di tahun ini DJAa bisa terus mencetak para calon jurnalis muda yang handal. “Saya selalu yakin, merekalah para calon jurnalis masa depan,” tuturnya bersemangat.
Ia juga mengharapkan, kegiatan ini bisa menjadi pemantik untuk terciptanya produk-produk jurnalistik di sekolah masing-masing. (Nja)

KMP UNM Perkenalkan Kearifan Lokal

Kerukunan Mahasiswa Pinrang Univesitas Negeri Makassar (KMP UNM) mengadakan lomba permainan tradisional (01/02) di Desa Rajang Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Lomba ini merupakan salah satu item kegiatan dari Hang Out KMP UNM.
              
Bertemakan “Menumbuhkembangkan Warisan Budaya sebagai Idealitas Daerah” menghadirkan beberapa kegiatan lomba yakni Longga dan Tarompa yang akan berlangsung selama sehari.

Lomba permainan tradisional ini dibuka langsung oleh Bupati Pinrang, Andi Aslam Patonangi. Acara Pembukaan ini Diikuti oleh beberapa pejabat tinggi dari kabupaten Pinrang diantaranya Darwis Bastama, Ketua DPR Pinrang juga perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Lembang.
            
Ketua Panitia, Sutrisno Zulkifli, berharap dengan adanya kegiatan seperti ini bisa membuat para anak-anak kembali mengenal permainan tradisional yang telah lama ditinggalkan oleh anak-anak sekarang ini. Selain itu, Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia ini berharap semoga kegiatan ini dapat berdampak positif khususnya pada Kecamatan Lembang dan Kabupaten Pinrang pada umumnya.

Selain itu, Presiden KMP UNM  Zainal Abidin mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap pemerintah daerah bisa mendukung penuh kegiatan yang diadakan oleh KMP UNM. “Kami sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Pinrang khususnya Bupati dan ketua DPR, agar  tetap mendukung apa yang menjadi program kerja KMP UNM,” ungkap Zainal. Mahasiswa Jurusan Sejarah ini juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Pinrang dan Ketua DPRD Pinrang yang menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembukaan ini.

Ketua DPRD Pinrang Darwis Bastama juga memberi apresiasi sangat tinggi kepada KMP UNM yang telah melaksanakan kegiatan ini. “Saya berterima kasih kepada mahasiswa UNM Pinrang yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga  ini bisa bermanfaat bagi kita masyarakat Pinrang," ungkap Darwis. Selain itu,  lanjutnya, dia juga mengatakan tentang pentinya budaya untuk diri kita saat ini, permainan modern telah merasuki jiwa kita sehingga permainan tradisional dilupakan, satu hal paling penting yaitu bagaimana kita tetap menumbuh kembangkan budaya permainan tradisional itu agar permainan itu tetap hidup.
            
Hal senada diungkapkan oleh Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi. Pihaknya juga memberi aspresiasi pada kegiatan ini. Mantan Camat Duampanua ini juga mengatakan bahwa sekarang kita bermasalah pada persoalan karakter, kita selalu berbangga atas ilmu yang kita adopsi dari negara-negara barat, tapi di lain sisi, kita mestinya mempertahankan karakter yang kita miliki sebagai orang Makassar, bugis bahkan warga Pinrang.

“Kita tidak ingin membangun anak didik kita pada rana intelektual tapi kita juga ingin anak didik kita menjadi manusia paripurna, yaitu punya karakter Makassar, bugis, bahkan pinrang. Salah satu caranya yaitu menumbuhkan budaya kita, termasuk permainan tradisional ini,” ungkap putra Mantan Bupati Pinrang ini. Selain itu, lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa kita sudah punya banyak orang pintar dan orang hebat tapi kita kurang cendekiawan, ini semua disebabkan karena hilangnya karakter, salah satu budaya yang masih kita warisi sampai sekarang diantaranya, Mali Siparappe Malilu Sipakainga, Taro Ada Taro Gau dan lain-lain.
Andi Aslam berpesan kepada mahasiswa KMP UNM untuk selalu yakin bahwa semua kegiatan yang kita laksanakan hari ini memiliki kontribusi dalam sumber daya manusia yang ada Pinrang.

Himanika FT UNM Gelar Dialog Akademik

Himpunan Mahasiswa Elektonika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (Himanika FT UNM) mengadakan dialog akademik (01/03). Dialog yang diadakan di ruang 105 Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika ini, dihadiri oleh dosen-dosen Elektonika dan mahasiswa Elekrtronika sendiri.
 
Dialog yang merupakan program tahunan Himanika ini, sangat didukung oleh pihak birokrasi jurusan. Dilaog ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengungkapkan apa yang selama ini menjadi keluhan mereka.
Dalam dialog ini, mahasiswa mempertanyakan mengenai transparansi nilai mahasiswa baik yang belum keluar maupun yang tertunda, masalah kerapian yang direrapkan oleh dosen, perubahan kurikulum, sarana dan prasarana, beasiswa dan sebagainya.
 
Menurut Tasri Ponta selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika, dengan adanya dialog ini kita bisa membangun masa depan elektonika ke depan. “Sesuai dengan slogan kebanggaan jurusan ini yakni Elektronika Unggul dan Sukses, diharapkan elektronika benar-benar mampu menjadi jurusan yang unggul dalam prestasi dan sukses dalam berkreasi,” ungkap dosen asal Masamba ini.
 
Sementara itu, Hasanah Nur salah satu pembina dan dosen Elektronika menambahkan bahwa untuk menjadi jurusan yang unggul dan sukses harus melalui proses, butuh perjuangan, kesabaran, doa dan keikhlasan.
Ketua Himanika Widya Satya Ningsih mengatakan bahwa kekurangan-kekurangan yang ada di jurusan ini harus segera dibenahi oleh pihak birokrasi jurusan. Pihak himpunan sendiri akan menindak lanjuti sesuai peraturan yang ada jika masalah ini tidak dibenahi secepatnya.  (NJA)

Kuli Tinta Bukan Cinta

“Akhir.a ku temukan sahabat sejatiku. Jen, Sophie, Ristya, Rian, Aris, Trias, Reza, Rinto, Elfan. Maafkan sikapku yang telah merepotkan kalian.”

Status facebook Runa tepat dibacanya malam itu. Mention Runa ke akunnya menambah daftar notifikasi pada facebooknya. Terbersit segaris senyum di bibirnya. Dan kini, ia menyadari sesuatu. Suatu hal yang telah didapatkannya selama menjejakkan minatnya di dunia “kuli tinta” itu.

Tak ingin ia mengomentari status itu. Ia biarkan teman-temannya yang lain untuk saling bersahut-sahutan di jejaring dunia maya itu. Komentar-komentar dari mereka menandakan sebuah keakraban yang tak ternilai harganya. Kelak, hal itu akan menjadi “pemanis” di kala mereka berpisah.

Mungkin bagi sebagian orang, status itu hanyalah selintas angin lalu. Perkataan yang dianggap sebagai akibat dari kebanyakan menonton televisi, khususnya kisah-kisah remaja. Akan tetapi, baru kali ini ia merasa janggal dengan perasaannya sendiri. Cinta? Bukan! Justru perasaan ini datangnya dari kebersamaan yang ia bangun bersama teman-temannya selama setahun lebih. Sebuah persahabatan. Sebuah kebersamaan.

Kembali ia bersantai dengan klik sana-klik sini akun facebooknya. Sebuah status baru muncul di berandanya. Aris.
“Jadi orang, kok lebay begitu?” pasangnya pada kolom komentar status itu.

Tak berapa lama, muncul balasan seperti biasanya.
“Kau kenapa?”

Ia hanya tersenyum menanggapinya. Tak perlu ia ketikkan tanda smiley pada komentarnya, tentu temannya yang satu itu sudah tahu bahwa ia sedang tersenyum. Apalagi, ia sudah terbiasa mendengar seperti itu jika sedang bersama di redaksi.

Rinto sedikit banyak tahu pribadi masing-masing sahabatnya. Kebersamaan mereka di redaksi telah memberikan cukup gambaran. Terlebih pada Aris yang merupakan rivalnya semenjak aktif di lembaga itu. Keduanya seakan bersaing untuk menjadi yang terbaik, meskipun terkadang Rinto sadar bahwa pengalaman berorganisasi Aris jauh lebih baik ketimbang dirinya. Akan tetapi, perihal tulisan, Rinto tak mau kalah.

Sebenarnya, bukan hanya Rinto saja yang memiliki kesan mendalam terhadap lembaga jurnalistik yang kini menaunginya. Aris pun demikian.
“Rinto, kamu yakin akan tetap bertahan?” tanya Aris pada Rinto.
“Iya, dong. Lagipula lembaga ini telah banyak memberiku hal-hal yang selama ini tidak aku bayangkan,” jawab Rinto sungguh-sungguh.
“Kalau kamu sendiri?” Rinto balik bertanya.
“Sama dengan kamu. Pokoknya aku akan terus bertahan sampai terakhir. Aku tidak akan pernah mundur sampai aku sendiri yang dipecat,” ujarnya berapi-api.

Semangat. Itulah yang Rinto temukan dalam diri salah satu sahabatnya. Entah dorongan apa yang selalu membuatnya bersemangat untuk menyelesaikan tugas liputannya. Jika dihitung-hitung, memang liputan Aris lah yang paling mendominasi dalam setiap tugas kejurnalistikan yang diemban.

Tak pernah sekalipun ia berpikir sejauh ini. Selama ini, Rinto hanya menganggap teman-temannya sebagai rekan dalam lembaga itu. Kedekatan yang terjalin diantara mereka hanya sebatas “sering ketemu” di redaksi dan kerja sama antar pengurus.

Semuanya terasa berbeda ketika mulai terjalin kedekatan satu sama lain. Kebersamaan dalam segala hal. Baik suka, maupun duka. Suka ketika menghabiskan waktu bersama-sama, saling menagih waktu ulang tahun masing-masing. Dan duka ketika didamprat cercaan sekaligus omelan senior-senior pendamping lembaga ketika melakukan kesalahan. Akan tetapi, di balik itu semua, adalah pembelajaran yang senantiasa terjadi. Tanpa disadari, itu pula yang menjalin benang merah diantara mereka.

Jauh hari sebelumnya, ia pun pernah mendapati status facebook Ristya,
“Tmn2. Sophie, Runa, Jen, Rinto, Rian, Reza, Aris, Trias, Elfan, Klian dimana semuanya? Cepatlah kembali disini. Sepi bgt disini,”
Mention ke beberapa nama itu pun tak pelak meramaikan komentar di bawahnya.

Ia ingat, waktu itu musimnya mereka mudik ke kampung masing-masing untuk berlebaran haji bersama keluarga. Tidak terkecuali Ristya, meskipun kampungnya hanya berjarak beberapa kilometer dari kota Makassar dan bisa ditempuh dengan angkutan kota.

Baginya, setelah merasakan kebersamaan diantara mereka, pernyataan-pernyataan yang memenuhi wall facebook
teman-temannya itu merupakan sebuah pertanda jalinan persahabatan yang begitu erat diantara mereka. Rinto sendiri merasakan hal itu. Bahkan, ia terkadang merasa lebih dekat dengan teman-temannya di lembaga jurnalistik itu dibandingkan dengan teman-teman sejurusannya. Padahal, Rinto dan teman-temannya yang bergabung di organisasi “kuli tinta” itu berasal dari jurusan yang berbeda-beda.

Rinto menyudahi facebooknya. Ia harus kembali fokus untuk menyelesaikan tugas mata kuliahnya. Sudah beberapa kali ia telat mengumpulkan tugasnya, hanya gara-gara ia terlarut dalam suasana redaksinya. Yah, suasana disana begitu menenteramkan. Pikirnya.

Sudah hampir tengah malam, dan ia sedikit lagi harus menyelesaikan bagian akhir tugasnya. Makalahnya harus selesai dan disetorkan esok hari. Jika tidak, maka lagi-lagi ia harus menunda salah satu nilai mata kuliahnya.

Kehidupan sebagai seorang mahasiswa membuatnya harus selalu berhadapan dengan makalah. Makalah, laporan, paper, proposal, dan tetek bengek lainnya sudah membiasakannya untuk begadang hingga dini hari. Tak jarang, ia harus menghabiskan waktunya semalaman tanpa tidur sedikitpun.

Kenapa juga kita sering-sering disuruh buat makalah? Pikirnya.

Ia menganggap, kebanyakan makalah hanya akan menumbuhkan bibit-bibit copy-paste pada diri mahasiswa. Lihat saja, ketika seorang mahasiswa diminta membuat makalah dan sejenisnya, maka referensi paling utama selalu mengandalkan Om Google. Selanjutnya, tinggal melakukan proses copy-paste dengan sedikit permak pada redaksi katanya. Sehingga, sempat terlintas dalam benak Rinto, jangan-jangan pelajaran paling dasar dari sebuah komputer adalah copy-paste.

Mungkin saja, jika diadakan survei, 99% mahasiswa tahu bagaimana cara copy-paste, sekaligus dengan shortcutnya, Ctrl+C, Ctrl+V.
“Sedikit lagi,” gumamnya.

Sedari tadi ia tampak serius mengetik di depan komputernya. Kursor di depan layarnya pun bergantian membuka beberapa jendela aplikasi.

Beberapa saat, ia merasakan handphonenya bergetar, kemudian melantunkan sebuah nada polyponik. Ia membaca sebuah sms yang masuk ke inboxnya.
“Rinto, dmna skg? Ay rame2 sm ank2 k Coda. Elfan ktx yg traktir,” sms dari Sophie.

Usai membaca pesan singkat itu, Rinto tampak menimbang-nimbang sesuatu. Antara menyelesaikan tugas kuliahnya yang tinggal sedikit lagi, atau memenuhi ajakan pesan singkat yang baru dibacanya. Karena ia pun baru ingat, ternyata hari ini adalah ulang tahun Elfan. Dan sudah menjadi tradisi (yang dibuat-buat) bagi yang ultah untuk mentraktir teman-teman redaksi yang lainnya. Hm, sebuah wujud jalinan persahabatan.

Ia putuskan untuk menyelesaikan tugas kuliahnya saat ini dan melanjutkannya sepulang dari mengisi perutnya dengan Coto khas Makassar itu. Santai dulu, lah. Pikirnya. Setelah mematikan komputernya, ia kemudian mengirimkan pesan balasan,
“Tg2u ya.. :)”
Status: delivered.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More